top of page

Hindia Belanda
KNIL Kompi Infanteri
1941

 

Latar Belakang

​

Invasi Jerman ke Belanda semakin melemahkan Hindia Belanda karena tidak dapat dukungan Belanda lagi. Negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris, semakin khawatir pada ekspansionisme Jepang pada saat Perang Cina-Jepang tahun 1937.

Itu semakin mengkhawatirkan setelah Jepang menyerang Koloni Indochina Perancis dan kemudian jadi pemenang dalam Perang Perancis-Thailand lewat "mediasi" dimana Jepang meminta Thailand untuk membayar kompensasi, sebagai gantinya/imbalannya, Thailand hanya mendapatkan seperempat dari usulan perubahan perbatasan.

(Selain itu, Jepang mau menggunakan Indochina Perancis dan Thailand sebagai markas militer untuk menginvasi Koloni Inggris di Burma (Myanmar) dan Malaya (Malaysia) pada waktu kedepan, dan kemudian mengakibatkan mulainya Teater Pasifik pada Perang Dunia 2.)

​

 

Belanda telah menyadari semua situasi tersebut, dan Belanda mulai mempersenjatai Tentara Hindia Belanda-nya lewat serangkaian pembelian senjata seperti Schmeisser MP/28-II, Johnson Senapan Otomatis, dan Solothurn S18-1000 Senapan Anti-Baja.

​

dutch company indonesian.png

Organisasi Kompi Infanteri KNIL, klik untuk membesar di tab baru.

 

Organisasi

​

Markas Besar:

1x Komandan Kompi (Kapten), Colt Model 1903 Pistol (kemungkinan)

1x Sersan Mayor Kompi (Sersan Mayor), Geweer M95 atau Karabijn M95

2x Operator Telepon Lapangan (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

2x Mantri (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

3x Peniup Terompet (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Kendaraan:

1x Sepeda (Dibawa oleh 1 Mantri)

 

​

Kereta Kompi:

1x Sersan Pengurus Perbekalan/Fourier (Sersan), Geweer M95 atau Karabijn M95

11x Pengendara​ (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Kendaraan:

1x Sepeda (Dibawa oleh Sersan Pengurus Perbekalan/Fourier)

4x Kereta 2-Kuda

8x Kuda

(tergantung sumbernya tentang isi kereta tersebut, baik itu penuh dengan amunisi atau campur dengan kereta lainnya seperti dapur lapangan dan peralatan dll)

​

​

3x Peleton Senapan:

1x Komandan Peleton (Letnan) dan (Sersan Mayor atau Sub-Letnan, hanya untuk Peleton ke-3)​, Colt Model 1903 Pistol (kemungkinan)

​

Pasukan/Seksi Senapan ke-1

1x Komandan Pasukan/Seksi (Sersan*), MP/28-II SMG

​

Grup Senapan ke-1

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

6x Penembak (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Grup Senapan ke-2

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

6x Penembak (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Pasukan/Seksi Senapan ke-2

1x Komandan Pasukan/Seksi (Sersan*), MP/28-II SMG

​

Grup Senapan ke-3

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

6x Penembak (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Grup Senapan ke-4

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

6x Penembak (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

​

Pasukan/Seksi SMR

1x Komandan Pasukan/Seksi (Sersan*), MP/28-II SMG

​

Grup SMR ke-1

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

1x Penembak SMR (Prajurit), Madsen M/15 S dan Luger atau Mauser C96 Pistol

1x Asisten/Pembantu Penembak SMR (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

4x Penembak/Pembawa Amunisi (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Grup SMR ke-2

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

1x Penembak SMR (Prajurit), Madsen M/15 SMR dan Luger atau Mauser C96 Pistol

1x Asisten/Pembantu Penembak SMR (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

4x Penembak/Pembawa Amunisi (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

Grup SMR ke-3

1x Komandan Grup (Kopral atau Sersan Kelas Dua), Geweer M95 atau Karabijn M95

1x Penembak SMR (Prajurit), Madsen M/15 SMR dan Luger atau Mauser C96 Pistol

1x Asisten/Pembantu Penembak SMR (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

4x Penembak/Pembawa Amunisi (Prajurit), Geweer M95 atau Karabijn M95

​

* Sersan Eropa atau Sersan Kelas Satu Indonesia

 

​

Penjelasan

​

Tentara Kerajaan Hindia Belanda adalah andalannya Tentara Kolonial Belanda di Indonesia, melindungi Hindia Belanda dari Invasi negara-negara asing dan juga menjaga ketertiban di Hindia Belanda (digunakan untuk melawan pemberontakan lokal sampai tahun 1903).

​Kompi Infanteri berisi 173 personil, tapi jumlah personil Kompi bervariasi dari satuan-ke-satuan dan Organisasi tersebut kena perubahan untuk mengakomodasi jumlah yang bervarian, sub-satuan tetap sama walau jumlah personilnya berbeda (bisa kurang atau lebih).

​

Kompi Infanteri dipimpin oleh Komandan Kompi, berpangkat Kapten, dan Sersan Mayor Kompi yang perannya agak sama dengan Wakil Komandan, keduanya ditempatkan di Markas Kompi. 2 Operator Telepon Lapangan, 2 Mantri, dan 3 Peniup Terompet akan membentuk Seksi Markas.

Kapten dipersenjatai dengan Pistol, dan lainnya (Sersan Mayor sampai Peniup Terompet) dipersenjatai dengan Senapan atau Karabin.

​

Fourier atau disebut Sersan Pengurus Perbekalan, 11 Pengandara Kereta Kuda, dan 4 Kereta 2-Kuda membentuk Kereta Kompi. Sersan Pengurus Perbekalan dan 11 Pengendara tersebut akan dipersenjatai dengan Senapan atau Karabin.

​

Setiap Peleton berjumlah 53 personil. Peleton ke-1 dan ke-2 dipimpin oleh "Subaltern Officer" atau disebut Perwira Pertama, biasanya dipimpin oleh Letnan, sedangkan Peleton ke-3 biasanya dipimpin oleh Bintara Tinggi/Senior Bintara, biasanya Sub-Letnan/Warrant Officer (Onderluitenant) atau Sersan Mayor.
Komandan Peleton dipersenjatai dengan Pistol.

​

Setiap Peleton mempunyai 2 Seksi Senapan dan 1 Seksi Senapan Mesin Ringan (Pasukan), setiap Seksi dipimpin oleh baik Sersan Eropa (Orang Belanda) atau Sersan Kelas Satu Indonesia (Orang Pribumi), ukuran/jumlah personil pada Seksi Senapan diubah beberapa kali sebelum tahun 1941, dan pada 1941 jumlah personil biasanya 15 orang.

Setiap Seksi Senapan terdiri dari 2 Grup Senapan berjumlah 7 personil, setiap Grup tersebut dipimpin oleh Kopral atau kadang Sersan Kelas Dua, dan sisa 6 personil adalah Prajurit.

Seksi Senapan Mesin Ringan (SMR) terdiri dari 3 Grup SMR, lagi berisi 7 personil dan juga dipimpin oleh Kopral atau Sersan Kelas Dua dengan 6 personil dibawah pimpinnya.

​

Dalam pertempuran, Organisasi Peleton Senapan diubah menjadi 3 Seksi Pertempuran (Combat Sections/Gevechtsgroepen), dipimpin oleh Sersan (Komandan Seksi/Pasukan) dan 1 Grup Senapan dan 1 Grup SMR dibawah pimpinan Sersan, Grup Senapan ke-4 disimpan sebagai cadangan Grup dibawah Komandan Peleton.

​

​Secara Ras, kemungkinan posisi Perwira dan Bintara diambil oleh Orang Belanda/Kulit Putih, dan Pribumi/Asli Indonesia mengambil posisi Tamtama dan kadang Bintara.

​

Untitled-Rifle.png
Untitled-LMG.png

Organisasi Senapan dan SMR Pasukan/Seksi, klik untuk membesar di tab baru.
 

Untitled.png

Formasi Grup/Seksi Pertempuran, klik untuk membesar di tab baru.

 

Senjata Infanteri KNIL

​

​Setiap Personil, kecuali personil tertentu, dipersenjatai dengan Geweer M95 yang Laras Panjang atau Karabijn M95 yang Larasnya Pendek. Kalo hoki, personil bisa menggunakan Johnson Senapan Otomatis.

​

​Penembak SMR dipersenjatai dengan Madsen M/15 Senapan Mesin Ringan, Madsen M/15 ada 2 Varian, Geweermitrailleur (Laras Panjang) dan Karabijnmitrailleur (Laras Pendek) (gak tau soal penggunaan Breda M1930 buatan italia, oleh KNIL).

​

​Komandan Seksi dulu dipersenjatai dengan Senapan M95. Pada tahun 1939, Komandan Seksi dipersenjatai dengan Pistol Mitraliur/SMG, biasanya Schmeisser MP/28-II atau kadang Thompson M1928A1.

​

Perwira (Komandan Kompi dan Komandan Peleton) dan Penembak SMR (juga) dipersenjatai dengan Pistol, idealnya Perwira menggunakan Colt Model 1903, dan Penembak SMR menggunakan Luger atau Mauser C96 Pistol. Kadang Perwira tidak dibatasi dengan 1 model saja dan kemungkinan juga menggunakan Luger atau C96.

​

  • Instagram
  • Twitter

wise man once said:

High School in Jakarta, sorta modern Sparta. Had no chance against the teenage suburban armadas. We were a sonata, thanks to tight-lipped fathers. Yeah, livin' under that was hard, but I loved you harder. High School in Jakarta, an elaborate saga. I still hate you for makin' me wish I came out smarter. You love-hate your mother, so do I could've ended different, then again. We went to High School in Jakarta

(follow me schlawg)

(ignore the wix ads too)

(I dont know what to place here)

bottom of page